Kesalahan Fresh Graduate Sebelum Masuk Dunia Kerja

Kesalahan Fresh Graduate Sebelum Masuk Dunia Kerja
Kesalahan Fresh Graduate Sebelum Masuk Dunia Kerja. Freepik.com/stockking

Lulus kuliah adalah momen yang sangat ditunggu oleh para mahasiswa karena sudah terbebas dari berbagai tugas yang menumpuk, sekaligus sudah bisa menyelesaikan skripsi. Setelah ini tentunya para fresh graduate sudah siap untuk bekerja karena telah memiliki bekal ilmu yang sudah dipelajari hingga bertahun-tahun.

Namun, siapa sangka ternyata masih terdapat banyak kesalahan yang dilakukan fresh graduate yang akan masuk dunia kerja. Salah satunya yakni menganggap sepele mengenai dunia kerja karena mereka hanya menganggap bahwa IPK dan ijazah sudah cukup untuk melamar pekerjaan. 

Tentunya hal ini dapat mempengaruhi karier di masa depan jika kerap dilakukan terus menerus. Terkadang para fresh graduate tidak menyadari bahwa kesalahan-kesalahan tersebut masih terus dilakukan. Berikut beberapa kesalahan yang hingga kini masih dilakukan oleh para fresh graduate!

Hanya Aktif di Kampus

Keaktifan selama kuliah memang dapat menjadi nilai tambah untuk melamar pekerjaan, tetapi nyatanya dalam dunia kerja juga membutuhkan pengalaman ataupun skill yang serupa dengan pekerjaan yang dilamar.

Seperti halnya pengalaman soft skill yakni problem solving, leadership, interpersonal, public speaking, integritas dan lain-lain. Tidak hanya itu, pengalaman hard skill juga harus dikuasai oleh para fresh graduate seperti halnya menguasai software komputer, menguasai bahasa asing, technical skill, dan lain-lain.

Jika hanya mengandalkan pengalaman kuliah dan tidak mulai menggali potensi ataupun belajar hal lainnya tentu para fresh graduate bisa saja kalah dengan orang-orang yang memiliki pengalaman dan kemampuan yang lebih banyak.

Hanya Mengandalkan IPK

Memiliki IPK dengan jerih payah sendiri memang sangat membanggakan diri. Dengan adanya IPK juga dapat menjadi salah satu nilai plus untuk melamar pekerjaan, tetapi hal tersebut tidak semua diberlakukan dalam suatu perusahaan seperti halnya adanya IPK tinggi bukan menjadi salah satu syarat dari kriteria perusahaan.

IPK bukan menjadi tolak ukur keberhasilan seseorang dalam mendapatkan suatu pekerjaan. Namun, dengan adanya IPK dapat menjadi salah satu bantuan dalam melewati beberapa seleksi pekerjaan.

Dari sini lah diri sendiri dan kemampuan yang dimiliki yang dapat menentukan kemampuan seseorang dalam mendapatkan keberhasilan untuk mencari suatu pekerjaan. 

Terlalu Berekspektasi Tinggi

Setelah lulus kuliah tentu para fresh graduate ingin memiliki pekerjaan, berpenghasilan tinggi, bekerja disuatu perusahaan ternama, dan tentunya bekerja tanpa melukai mental. Impian-impian tersebut sangat bagus dan dapat menjadi semangat tersendiri untuk para fresh graduate

Namun, hal tersebut terkadang tidak sebanding dengan usaha yang telah dilakukan. Pemikiran yang hanya ingin enaknya saja tetapi tidak ingin berjuang untuk mendapatkannya.

Terlebih lagi di zaman sekarang persaingan untuk mendapatkan keuntungan dari pekerjaan tentu harus dilakukan sungguh-sungguh dan dibuktikan dengan usaha. Jika hanya berdiam diri dengan impian tanpa melakukan suatu tindakan tentu hal tersebut akan sia-sia.

Terlalu Memikirkan Gengsi

Terkadang fresh graduate memikirkan jika lulusan dari universitas ternama dan memiliki IPK yang memuaskan dapat menjadi keuntungan tersendiri. Hal ini memang benar adanya, tetapi bukan berarti hanya mengharapkan dari apa yang sudah didapatkan dan tidak melakukan apa-apa. 

Tidak perlu memaksakan untuk melamar diperusahaan besar dengan imbalan gaji yang memuaskan. Masih banyak fresh graduate yang gengsi diterima di perusahaan kecil, sebagian dari mereka ingin langsung meraih posisi yang lebih tinggi. 

Nyatanya sekarang yang dibutuhkan para fresh graduate di awal karirnya adalah mendapatkan pengalaman. Seperti halnya mencoba di perusahaan kecil, tidak memikirkan pendapatan yang harus besar, menekuni bidang pekerjaan tersebut, dan memperluas kesempatan untuk berkembang ke perusahaan lainnya. 

Adanya waktu setelah kuliah alangkah lebih baik jika menggunakan kesempatan untuk melibatkan diri dalam suatu perusahan yang tentunya dapat mengembangkan diri dengan memperbanyak portofolio.

Bagikan Postingan ini